Ada Ulos,Ada Batak.
Sebagai
artefak budaya,ulos mencoba terus beradaptasi dalam titian zaman.kesetian dan
kreativitas petenun menjadi penggerak keberlangsungan ulos. Sebab, tanpa
ilos,tiada pula yang di sebut Batak.
Deduktif
: kabut pagi yang tipis masih membayangi permukaan Danau Toba ketika tiga
petenun muda di samosir pergi mandi dan mencuci baju. Dina simbolon(24),Royani
turnip(19),dan bunga nainggolan(18) berjalan beriringan sembari membawa
perlengkapan mandi.hari itu, suplai air pipa di desa lumban suhi-suhi di pulau
samosir tak mengalir
Induktif:
Bagi masyarakat Karo,uis gara(ulos dalam bahasa Batak) telah menjadi bagian
dari ke hidupan sehari-hari,terutama berkaitan dengan acara adat,termasuk
upcara pemakaman.
