Apakah
yang dimaksud dengan 'Estimasi' ?
Menurut
Anda apakah kesulitan terbesar pada saat harus melakukan estimasi :
Estimasi adalah salah satu proses utama dalam proyek
konstruksi untuk mengetahui besarnya dana yang harus
disediakan untuk sebuah
bangunan. Pada umumnya, sebuah proyek konstruksi membutuhkan
biaya yang
cukup besar. Ketidaktepatan yang terjadi dalam penyediaannya
akan berakibat
kurang baik pada pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Bagi
pemilik proyek
(owner), estimasi biaya diperlukan sebagai pegangan dalam
menentukan
kebijakan yang dipakai untuk menentukan besarnya investasi
yang harus
dilaksanakan.
Contoh Estimasi :
Estimasi biaya dan usaha perangkat lunak tidak akan pernah
menjadi ilmu pasti. Variabel yang terlalu banyak, manusia, teknik, lingkungan,
politik dapat mempengaruhi biaya dan usaha akhir yang diaplikasikan untuk
mengembangkannya. Ada sejumlah pilihan untuk mencapai estimasi biaya dan usaha
yang dapat dipertanggungjawabkan :
-Menunda estimasi sampai akhir proyek (estimasi akurat 100%
bila proyek sudah selesai)
-mendasarkan estimasi pada proyek-proyek yang mirip yang
sudah dilakukan sebelumnya.
-menggunkana “teknik dekomposisi” yang relatif sederhana
untuk melakukan estimasi biaya dan usaha proyek.-menggunakan satu atau lebih
model empiis bagi estimasi usaha dan biaya PLPerkiraan Biaya
-Ruang Lingkup proyek harus didefinisikan secara eksplisit
-Tugas dan atau dekomposisi fungsional diperlukan
-Pengukuran historis sangat membantu-Paling sedikit harus
digunakan dua teknik berbeda-Harus diingat bahwa ketidakpastian adalah hal yang
tidak dapat dipidahkan (dari proyek PL).Akurasi Estimasi perangkat lunak
ditentukan oleh:
-Ukuran yang diperkirakan dari produk.-Kemampuan untuk
menterjemahkan ukuran ke satuan usaha, waktu dan anggaran.
-Kemampuan tim menyesuaikan dengan rencana
proyek.-Stabilitas kebutuhan dan lingkungan.Secara ideal, teknik yang ditulis
untuk masing-masing pilihan harus diaplikasi secara berpasangan, masing-masing
digunakan sebagai cross check bagi yang lain. Pada estimasi proyek PL, teknik
dekomposisi mengambil cara “membagi dan mengalahkan.”Model estimasi empiris
dapat digunakan untuk melengkapi teknik dekomposisi serta menawarkan pendekatan
estimasi yang secara potensial berharga. Model berbasis pengalaman dan
berbentuk :D = f(vi)Dimana d adalah satu dari sejumlah harga estimasi (contoh
usaha, biaya, durasi proyek) dan vi adalah parameter independen yang dipilih
(seperti LOC dan FP yang diestimasi). Peranti estimasi otomatis
mengimplementasi satu atau lebih teknik dekomposisi atau model empiris.
Problema ‘Over-Estimate’ Dan ‘Under-Estimate’
Estimasi yang berlebihan bisa menyebabkan waktu penyelesaian
proyek molor dari biasanya. Hal ini bisa dijelaskan menggunakan hukum :
Parkinson’s Law :
‘work expands to fill the time available’. Bila staf diberi target yang mudah
akan bekerja kurang keras.
Hukum Brooks’ Law
: ‘ Putting more people on a late job makes it later’. Biaya yang diperlukan
untuk mewujudkan sebuah proyek akan meningkat secara tidak proporsional
terhadap jumlah staf yang dipekerjakan.
Bila estimasi biaya yang diperlukan berlebihan menyebabkan jumlah staf yang dialokasikan lebih banyak
dari yang diperlukan dan overhead manajemen akan meningkat.